Tampilkan postingan dengan label Agama Baru. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Agama Baru. Tampilkan semua postingan

Jumat, 29 April 2011

Heboh.. Muncul Agama Baru di Tulungagung - 2009

Berita heboh lagi.. kali ini datang dari Kabupaten Tulungagung, Propinsi Jawa Timur, muncul agama baru yang diduga sesat. Namanya agama Baha’i. Kitab sucinya Akhdas. Kiblatnya: Gunung Caramel di Israel.

Kepolisian Resort Tulungagung, Jawa Timur, saat ini tengah melakukan penyelidikan terhadap ajaran ini. Sebab, ajaran ini dinilai sudah meresahkan masyarakat.

Kapolres Tulungagung, AKBP Rudi Kristianto mengatakan, pihaknya sudah menurunkan tim untuk melakukan penyelidikan.

Informasi yang dihimpun, sampai saat ini diperkirakan jumlah pengikut ajaran ini sudah mencapai 157 orang.

Awalnya, agama baru ini disebarkan oleh dua orang bernama Slamet Riyadi dan Sulur. Mereka mulai menyebarkan agama itu sejak tiga belas tahun lalu.

Sekarang, jumlah tokoh agama baru itu mencapai 13 orang, yang secara terus-menerus melakukan penyebaran ajaran Baha’i.

“Kami berharap agar Depag, MUI dan pemerintah daerah ikut turun langsung untuk mengawasi keberadaan ajaran baru ini.

Sebab, keberadaan mereka sudah meresahkan masyarakat,” kata AKBP Rudi Kristianto, Minggu (25/10).

Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tulungagung, Abu Sofyan Firojuddin mengatakan bahwa ajaran ini masuk pertama kali di Desa Ringinpitu, Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung.

Sekelompok orang menyebut dirinya sebagai pembawa ajaran Baha’i dengan Kitab Suci Akhdas. Nabi mereka adalah Muhammad Husain Ali.

Pihak MUI Kabupaten Tulungagung sendiri akan mengkaji lebih dalam lagi sudah mempelajari ajaran yang meresahkan itu.

Terutama, tentang sejumlah syariat yang dijalankan ajaran Baha’i, yang dinilai sudah melenceng dari ajaran Islam.

Di antaranya, mereka melakukan ibadah shalat hanya cukup satu kali dalam sehari. Mereka juga menjalankan puasa Ramadhan hanya 17 hari.

Selain itu, kiblat mereka bukan ka’bah, melainkan Gunung Caramel di Israel.

“Ajaran agama dikatakan sesat jika menistakan agama resmi yang telah diakui pemerintah,” ungkap Abu Sofyan, Minggu (25/10).

Abu Sofyan menambahkan, berdasarkan masukan yang diterimanya, ajaran Baha’i juga menerbitkan surat nikah sendiri.

Selain itu, para pengikutnya juga diminta agar di dalam KTP mereka dituliskan bahwa agama mereka adalah agama Baha’i. [inilah]

Baha’i Disebarkan Melalui Pernikahan

Pada dasarnya, kehadiran ajaran Baha’i di Desa Ringin Pitu tidak menjadi masalah. Sebab dari delapan ribu jiwa atau 2.650 kepala keluarga yang menghuni Ringin Pitu, 60 persennya memiliki keyakinan aliran kepercayaan.

Mulai Saptodarmo, Perjalanan Pangestu, hingga Roso Sejati, dapat bertumbuh kembang secara toleran dengan pemeluk agama yang diakui pemerintah. Persoalan baru muncul ketika pihak desa melakukan pendataan KTP massal.

Setiap pemeluk Baha’i selalu menolak mengisi kolom agama di dalam KTP selain Baha’i. Proses ini seringkali menimbulkan perdebatan keras dengan perangkat desa. Sebab, jika tidak diisi Baha’i, mereka lebih baik memilih mengosongkan kolom agama.

“Tentu saja kami menolak dengan suara keras. Biasanya kalau sudah begitu, mereka (Baha’i) pasrah diisi agama apapun. Dan kami biasanya mengisinya dengan agama Islam,” tutur Bakri, Kepala Desa Ringin Pitu, Rabu (28/10/2009).

Alasan pemilihan Islam, karena ajaran yang mereka miliki ada kemiripan dengan Islam, meski unsur Nasrani dan Yahudi juga ada.

Sedangkan untuk urusan pernikahan, Baha’i menyerahkan sepenuhnya kepada Majelis Baha’i yang didalamnya berisi sembilan orang. Sah atau tidaknya suatu perkawinan dan perceraian tergantung keputusan majelis.

Diakui Bakri, jika para pemeluk Baha’i ini sebagian besar sebagai sosok yang fanatik, militant, dan cerdas. Namun, kemilitanannya, termasuk kebiasanya menyisipkan ajaran setiap kali bergaul, membuat sebagian orang merasa kurang nyaman.

Bahkan, tak jarang warga yang sebelumnya asyik berbincang, satu per satu pergi ketika ada orang Baha’i hadir. “Enaknya debat dengan orang Baha’i itu tidak bisa berhenti sebelum dipukul kursi,” terang Bakri.

Sekretaris Desa Ringin Pitu, Tarnu menambahkan, meski sebagian besar umatnya bermata pencaharian sebagai petani, kaum yang di Desa Ringin Pitu diperkirakan berjumlah sekira 40 orang itu diduga memiliki sistem keuangan yang terorganisir rapi.

Mengenai model penyebaranya, para pengikut Baha’i memilih menggunakan jalur kekerabatan, dengan cara pernikahan, selain mendekati orang-orang yang minim pengetahuan agama. “Kalau orang yang pengetahuanya dangkal, akan mudah dirayu untuk masuk ke dalamnya,” terangnya.

Ritual Pengikut Baha’i, Antara Salat dan Kebaktian

Selain berdiri dengan menyedekapkan kedua tangan, bibir Suwarno (45) terlihat kamit-kamit.

Dari sela-sela dinding rumahnya, suaranya terdengar lirih menggumamkan doa berbahasa Indonesia. Kedua mata Suwarno terpejam rapat-rapat. Sebagai salah satu penganut ajaran Baha’i, Suwarno tengah menghadap kiblat yang katanya, berada di Gunung Carmel Negara Israel.

Warga Dusun Ringin Putih, Desa Ringin Pitu, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, itu hanya diam. Tidak ada gerakan tangan atau tubuh lazimnya umat Islam bertakbir atau bertumakninah dalam salatnya.

Pemandangan yang tak lazim itu sengaja “dicuri” Bakri (51), Kepala Dusun Ringin Putih, yang mengintip dari sela-sela dinding rumah Suwarno. Selain sebagai tetangga, Suwarno juga masih kerabatnya.

Bakri sudah lama memendam rasa penasaran. Seperti halnya sebagian warga Desa Ringin Pitu yang beragama Islam, dirinya ingin mengetahui secara pasti bagaimana tata cara (ritual) ibadah Baha’i yang disebut para pengikutnya sebagai agama yang setara dengan enam agama yang diakui di Indonesia.

“Salat yang mereka lakukan, ada jangka pendek, menengah dan panjang. Saat itu, kegiatan ibadah itu tidak berlangsung lama,” tutur Bakri, Rabu (28/10/2009).

Secara umum, selain salat sekali sehari, ibadah pemeluk Baha’i masih tergolong misterius. Yang terlihat, mereka kerap melakukan pertemuan rutin sesama pemeluk di rumah Slamet Riyadi (55), pembawa ajaran Baha’i di Desa Ringin Pitu. Di dalam rumah, sekira 50 orang itu memanjatkan doa yang dilantunkan seperti nyanyian.

“Mirip kebaktian di gereja. Pakaian yang dikenakan mereka rapi bersih. Untuk yang perempuan berpakaian biasa. Mereka memang tidak mau berbagi soal ibadah kepada bukan kaumnya,” papar Bakri.

Kaum Baha’i juga melakukan puasa selama 19 hari sebelum merayakan Hari Raya Naurus yang jatuh setiap 21 Maret. Baha’i juga tidak mempercayai datangnya hari kiamat, termasuk penghisaban amal perbuatan manusia di hari kebangkitan.

Mereka juga tidak menerima syariat zakat, yang menurut penilaian mereka sebagai perbuatan boros. Karenanya, dalam setiap acara kegiatan sosial, kendurian misalnya, mereka memilih mengundang sedikit orang, dengan alasan tidak melakukan pemborosan. “Itu semua disampaikan setiap kali syiar kepada orang lain,” terang Bakri. (okezone)

Naskah diambil dari blog SOLO CYBER CITY DOT WORDPRESS DOT COM

Berita tahun 2009 -

Senin, 28 Maret 2011

Agama baru di dunia…

Posted on April 9, 2009 by Aryansah

Uwooooo…

Sangat menggemparkan… ada “agama” baru di dunia sekarang… hebatnya lagi, “agama” ini langsung banyak pengikut(penganut)nya… Ibadahnya pun lebih rajin dari penganut agama lainnya… dari 24 jam sehari, si penganut “agama” ini bisa menghabiskan waktu hingga 10 jam untuk beribadah dengan “Tuhan” nya…

Persaudaraan antar-penganut “agama” ini pun sangat kuat… mereka selalu berkomunikasi antar sesamanya… setiap jam, bahkan mungkin setiap menitnya, si penganut ini selalu berbincang sambil beribadah bersama dengan penganut lainnya… saling menyatakan pendapat, berdiskusi, berdebat, bersilaturahmi, saling mengucapkan salam, bahkan saling mencerca…

Apakah nama agama baru ini…?? saya menampilkan lambangnya saja, mudah2an dengan lambangnya, anda sekalian dapat mengetahuinya…

Nb: jangan bilang2 ke siapa2… nanti saya bisa dihukum oleh para penganutnya… ini hanya rahasia kita-kita aja oke…!! ini lambang agamanya…



Hehehehehe, tipu2…

Yah, disadari atau tidak, bahwa sekarang ini yang namanya jejaring sudah dapat dilakukan dengan sangat mudah, hanya butuh koneksi internet saja yang bahkan udah bisa diakses dengan menggunakan Handphone. Kecanggihan teknologi membantu manusia dalam melakukan interaksi antar sesamanya… Fitur2 yang disediakan pun sudah sangat beragam (dalam hal ini facebook) dari mulai comment, wall, status, biography, discussion group, wah, quiz, photo album, wah banyak banget lah…

Tapi, entahlah, hanya saya yang menyadari atau tidak. Facebook ini sudah banyak mengambil “hati” dan “waktu” orang2. Bayangkan, saya pernah melihat seorang teman saya dari jam 8 pagi sampai jam 2 siang bermain bersama laptopnya, dan apa yang dibukanya..?? tentu saya facebook… lalu mungkin di lanjut malamnya, hingga subuh… wajar kalo ada yang bilang ibadah para penganut “agama” Facebook ini lebih rajin dari penganut agama lain, karena ibadahnya dilaksanakan setiap ada koneksi internet…
Termakan banyak sekali waktu untuk facebook ini…

Memang facebook ini sangat berguna sekali bagi kita untuk bisa saling berinteraksi dengan teman, sahabat, kerabat, relasi, dll, terutama jika jarak memisahkan. Namun, sadarkah…?? terkadang dengan facebook ini kita peduli, kita berinteraksi dengan orang lain, tapi terkadang kita tidak peduli dengan diri dan kehidupan kita sendiri.
Sudah berapa banyak kegiatan yang terkadang terlupakan dan tidak sesuai jadwal karena kita buka facebook…?? sudah berapa banyak sapaan saat orang2 disekitar kita menyapa kita saat kita buka facebook…?? atau bahkan sudah berapa banyak shalat yang sudah kita tinggalkan saat kita buka facebook…?? (naudzubillah…)

Dosen di kampus saya pernah bilang gini :

“Sekarang teknologi sudah maju, udah ada internet, HP, sehingga jarak jauh pun tidak masalah. Ucapan terima kasih, ucapan selamat ulang tahun, selamat hari raya udah gak usah kita dateng2 jauh2 ke kampung halaman, karena ada HP / internet… tapi ada kelemahan dari itu semua… ada yang tahu…???”

Semua mahasiswa yang saat itu ada di kelas hanya diam, gak ngerti apa yang dosen saya maksudkan…, lalu dia menjawab…

“Rasa… Yah, entahlah, saya pikir kita bisa ngucapin selamat ulang tahun, selamat hari raya lewat HP, tapi ada yang kurang dari itu semua… Rasa… coba aja rasain bedanya saat kita ngucapin selamat ulang tahun secara langsung pada kawan, sahabat, atau keluarga kita dibandingkan dengan kita ngirim SMS. Kalo saya sih ada bedanya… kalo pake HP gak ada rasanya, hanya sekedar kata-kata…, gak ada emosi yang ikut di dalamnya…”

Hmmmm, saya merenung dengan dosen saya bilang begitu… emang bener sih… saya juga merasakan kalo saya menulis ucapan selamat ulang tahun, atau hari raya lewat SMS atau wall di facebook terkadang hanya sekedar formalitas, hanya sekedar kata-kata… gak ada emosinya atau emosi kita yang bakal kita sampaikan belum tentu sampai pada yang kita kirim ucapan itu…

Yah, namanya juga buatan manusia… ada + dan ada – nya…

Tapi yang jelas, janganlah kita sampai lupa waktu dan terlalu “freak” dengan yang namanya facebook atau apalah itu namanya “plurk”, “friendster”, “hi-5″ dll…
kita masih punya lingkungan nyata di sekitar kita…!!!!!!!!!!
lingkungan kita bukan di koneksi internet…!!!!!!!!!!

Sudah terlalu banyak yang kita hiraukan di lingkungan sekitar kita gara2 kita terlalu asik maen Facebook…!!!!!!!!

Diambil dari BLOG ARYANSAH.

Jumat, 31 Desember 2010

Agama Bola

Temukan blog yang menulis tentang Agama bola, oleh Muhammad Riza Pahlevi di sini.

Ada yg menyamakan bola dg agama. di sana Ada aturan, ritual, lambang, umat, plus dewa-dewa... ada juga yg menyamakan dg perang. ada pasukan, strategi, korps, bomber, infantri, benteng dll... ujung2nya sama, ada fanatisme, patriotisme, nasionalisme: God, gold & glory

Karena itulah, bola memiliki daya kuat untuk menggerakkan massa. bila dulu politisi menggunkan isu agama untuk melanggengkan kekuasaan, kini mereka mulai masuk ke ranah bola. untuk ini belajarlh pada berlusconi...

unsur bola yg membawa hawa chauvinisme, menjadikannya peluang bisnis. contoh kecil, ahir2 ini baju timnas laris manis....

Kamis, 05 Agustus 2010

Agama Baru itu bernama BOLA

Diambil dari sebuah blog

Agama Baru Itu Bernama Bola

Posted July 15, 2010

(voa-islam.com)“Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu” (Qs Al-Hadid: 20)

Protokol Zionis versi Rothchild menyebutkan “Konspirasi akan membakar semangat rakyat hingga ke tingkat histeria. Saat itu rakyat akan menghancurkan apa saja yang kita mau, termasuk hukum dan agama. Kita akan mudah menghapus nama Tuhan dan susila dari kehidupan”

Dalam waktu tidak lama lagi ruang publik kita akan disuguhi tontonan akbar seputar perhelatan sepakbola sejagat yang akan meramaikan dan menghiasi layar kaca di rumah kita, dan bisa dipastikan sebagian dari kita baik sadar atau tidak sadar akan ikut larut dalam ruang imajinasi yang melalaikan.

Piala Dunia 2010 yang sedianya dilaksanakan di Afrika Selatan saat ini memang belum dimulai, namun aroma atmosfernya sudah terasa menyengat di seluruh dunia tak terkecuali di negeri yang mayoritas muslim ini. Para gibol (baca: penggila bola) mungkin saat ini tengah melakukan persiapan atau tepatnya ritual untuk menyambut tamu agung bernama piala dunia ini. Industri media cetak dan elektronik negeri ini pun tak kalah sengit untuk ikut larut dan berpesta pora dalam balutan epistemologi kapitalisme meraup materi sebesar-besarnya menjelang piala dunia ini.

…Dajjal akan muncul sebagai individu, sebagai gejala sosial budaya global dan sebagai kekuatan gaib yang tidak tampak…

Paras manis sepakbola memang begitu memikat para penikmat dan maniak bola. Betapa tidak, sepakbola saat ini bukan hanya sebagai olahraga tapi sudah menjadi agama baru buat mereka para pemain kesayangan mereka pun bak menjadi nabi seketika, seolah alam tidak sadar mereka berteriak memekak telinga “not only as sport but also as religion.” Jelas tidak heran kalau kemudian Johan Cruijjf sang legendaris sepakbola asal Belanda menyebutkan, “Mereka yang tidak mengerti sepakbola adalah mereka tanpa hati nurani.” Fakta tersebut memang tidak mungkin diulas di sini, tapi penulis ingin mengatakan bahwa saat ini sepakbola sekarang sudah bergeser menjadi agama baru bagi para penganutnya.

Sepak bola, Piala Dunia dan Sistem Dajjal

Ahmad Thomson dalam bukunya “Sistem Dajjal” menyebutkan bahwa Dajjal akan muncul sebagai individu, sebagai gejala sosial budaya global dan sebagai kekuatan gaib yang tidak tampak. Dan saat ini yang baru muncul adalah fenomena yang terkait dengan tatanan sosial, budaya, politik, pendidikan, ekonomi, hukum dan moralitas yang mengalami kekacauan (chaos) akibat dari kekuatan atau ideologi yang tidak nampak tadi. Sedangkan Dajjal sebagai individu menurut Thomson memang saat ini belum nampak. Namun yang harus digarisbawahi, bahwa dalam sistem Dajjal ini nilai-nilai yang ditawarkannya adalah seperangkat nilai yang paradoks dengan iman dan tauhid, semuanya berbasis syahwat, materi serta berusaha menggiring manusia kepada kekufuran, karena memang worldview dari sistem Dajjal ini adalah kekufuran sejati.

Lalu bagaimana relevansi gerakan Dajjalisme ini dengan fenomena sepakbola di atas atau katakanlah dengan piala dunia yang sebentar lagi akan membuat gegap gempita setiap sudut bumi dari timur dan barat selatan maupun utara. Sejenak mari kita review kembali ingatan kita akan fenomena kerusakan moral dan sosial akibat gerakan Dajjalisme di lapangan hijau ini baik di tingkat dunia maupun lokal.

…fatwa mufti Al-Azhar yang mengharamkan fanatik sepakbola terhadap para supporter Mesir, ternyata tidak mendapat tanggapan…

Mungkin masih hangat dalam ingatan kita bagaimana fatwa mufti Al-Azhar yang mengharamkan fanatik sepakbola terhadap para supporter Mesir ternyata tidak mendapat tanggapan, yang terjadi malah sebaliknya para supporter fanatikus sepakbola dari negeri piramida itu justru terlibat kerusuhan dengan sesama supporter Al-Jazair setelah pertandingan prakualifikasi piala dunia yang dimenangkan Aljazair November 2009 lalu, ironis sepakbola rupanya lebih legit ketimbang fatwa sang mufti.

Kerusuhan antar supporter akibat fanatik sepakbola bukan hal yang aneh lagi dalam ingatan kita, Tragedi Heysel, Belgia, pada Piala Champions Eropa tahun 1985 memakan korban nan memilukan, disusul empat tahun kemudian meletus tragedi Hillsborough dikota Sheffield pendukung fanatik Liverpool meregang nyawa sia-sia lagi-lagi karena tumbal sepakbola. Kemudian mari kita tengok bumi pertiwi kita ini, fenomena kerusuhan Jakmania, The Viking, Bobotoh atau Bonek, Aremania, Hooligan Mania, ikut mewarnai kerusakan moral dan sosial akibat “agama baru” bernama sepakbola ini.

Kemudian mari kita jalan-jalan sejenak ke negara Jerman sana, umat muslim Jerman menjadi saksi atas pelecehan terhadap Islam dan Rasulullah yang dilakukan oleh supporter klub Schalke lewat yel-yel lagu klub mereka, di mana dalam lagu tersebut tersembul bait yang menyebutkan, “Muhammad adalah seorang Nabi yang tidak memahami sepakbola.” Namun dari semua warna yang ada Nabi memilih warna kebesaran Schalke, biru dan putih,” jelas hal tersebut merupakan penghinaan dan membuat muslim jerman marah.

…Lagi-lagi logika sepakbola sudah menjadi “agama baru” bukan hanya sekedar olahraga bagi para fanatikusnya…

Lagi-lagi logika sepakbola sudah menjadi “agama baru” bukan hanya sekedar olahraga bagi para fanatikusnya. Dalam piala dunia nanti entah mana lagi yang akan dijadikan tumbal fanatisme dan logika “agama baru” tersebut dan kita pun dipaksa untuk “mengimaninya.”

Euforia Piala Dunia dan nasib Umat Islam yang tertindas

Agaknya sentilan penuh canda yang cukup menohok dari seorang ustadz, beliau mengatakan bahwa saat piala dunia tengah berlangsung maka dapat dipastikan sebagian umat Islam akan rajin “qiyamulail” setiap malam, kiblatnya adalah televisi dan wiridnya adalah teriakan “Goaalllll…!!! Goaaallll..! atau mungkin wirid lain yang membuatnya lebih khusyuk sampai matahari pagi tersenyum kepadanya.

…sebagian umat Islam akan rajin qiyamulail setiap malam, kiblatnya adalah televisi dan wiridnya adalah teriakan “Goaalllll…!!! Goaaallll..!…

Namun di saat yang sama di belahan bumi Islam di sana, Palestina, Irak, Afghanistan, Patani Thailand dan lainnya tengah berkecamuk mempertahankan akidah dan berlomba-lomba menjemput syahid fi sabilillah demi membeli surganya Allah dengan tetesan darahnya. Mereka berjuang melawan kebiadaban tentara Zionis, berhadapan dengan mortir mematikan yang siap menyalak setiap saat mengantarkan para mujahidin menuju syahid fi sabilillah. Sedangkan kita masih terlena dalam buaian Dajjalisme berselimut euphoria semu seraya berteriak dalam igauan mimpi.. Goaaaalllllll…!! Wallahu a’lam

oleh: Ruyatna Al-Bantany

[Penulis adalah Anggota Kajian Zionisme International (KaZI), Alumni SMUN 1 Jasinga - Bogor]

Cari agama baru di EXTRACTION COM


Boleh menggunakan situs ini untuk mencari data-data tentang 'Agama Baru' di internet.

EXTRACTION COM

Senin, 14 Juni 2010

Gerakan Agama Baru (Wikipedia)

Gerakan agama baru atau GAB adalah istilah yang digunakan untuk merujuk kepada suatu keyakinan keagamaan atau suatu gerakan etis, spiritual atau filsafat yang masih baru yang bukan merupakan bagian dari sebuah aliran keagamaan atau lembaga agama yang mapan.
Istilah GAB mencakup berbagai gerakan yang merentang dari afiliasi kendur berdasarkan pendekatan-pendekatan baru terhadap spiritualitas atau agama hingga upaya-upaya komunitarian yang menuntut konformitas kelompok yang cukup besar serta identitas sosial yang memisahkan para pemeluknya dari masyarakat umum. Penggnaannya tidak diterima secara universal di antara kelompok-kelompok yang diberikan istilah ini.

Lihat di WIKIPEDIA berbahasa Indonesia.

Minggu, 06 Juni 2010

Promosi Agama Baru Menurut ERA modern

Jgn anggap SERIUS

Pertanyaan

Promosi Agama Baru Menurut ERA modern 3 atau 4B: Lihat persyaratan berikut:?
3 atau 4B : berpikir, berrkata dan Berbuat baik:

Syarat dan ketentuan:

1. Makanlah apa yang anda suka, jangan mengekang diri (hidup ini bebas)

2. karena Racun ular lebih berbahaya dari pada air liur anjing maka Ular itu haram, naik pesawat haram (kalo jatuh mati semua) naik mobil haram (tabrakan) bicara Haram (krn kalo salah ngomong bisa menyyakiti perasaan orang lain) diam namun 3 atau 4B

3. kalo anda di tanya apa asas dan dasar agama anda??? jawabnya: Udah ada UU dan peraturan pemerintah yang mengatur, masak sih kalo orang yang mencuri kita yang menangani?? Malah polisi yang nanya, hey kamu siapa?? Nah,. kan udah ada polisi, buat apa pemerintah sibuk bikin perkantoran?? Kita urus diri sendiri, jangan urus kepentingan orang. itu iri namanya. kalo mengatas namakan asas, agama malah makin rumit, sibuk, dan pada ujung2nya bertengtangan dengan kehidupan manusia jaman sekarang. terjadilah perang

4. Tidak perlu membaca buku, karena bekerja lebih baik, cari duit lebih penting, ada duit hidup sejahtera, orang yang taat agama kadang sengsara karena harta dan timbul ide2 yg bukan2.

5. kalo ke Arab gratis naik onta

6. anda bisa usulkan kalo ada yang lebih baik, menurut ERA atau Zaman sekarang,...silahkan

Fakta adalah kebenaran, kebenaran tak bisa dipungkiri
Terimlah kenyataan dengan Hati terbuka

Hak Cipta © 2010 Yahoo! Southeast Asia Pte Ltd. (Co. Reg. No. 199700735D). Hak Cipta dilindungi Undang-Undang.

Kebijakan HKI - Kebijakan Privasi - Ketentuan Layanan - Pedoman Komunitas

Ups - pertanyaan ini sudah dihapus pada waktu saya mau BALAS. wk wk wk