Tampilkan postingan dengan label Articles. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Articles. Tampilkan semua postingan

Rabu, 12 Desember 2012

Salah Bikin TUHAN


Maksud judul "SALAH BIKIN TUHAN" adalah kita salah alamat waktu menyembah dan mengirim doa. Niat sebenarnya sih ingin menyembah dan berdoa pada Tuhan alam semesta, tapi karena salah mendefinisikan TUHAN malah jadinya bikin TUHAN baru. Contohnya: kita menganggap TUHAN itu melihat, mendengar, dan berkata. Kalau seperti itu namanya manusia, bukan TUHAN. Jadinya secara pikiran bawah sadar kita mencari sosok manusia yang bisa dijadikan tempat bergantung, seperti bos besar yang banyak uang. Atau orang-orang yang menganggap TUHAN itu Tinggi dan Besar, secara pikiran bawah sadar malah jadi mencari perlindungan preman.

Hubungan tulisan ini dengan gambar di atas adalah jika kita mendefinisikan TUHAN secara salah, maka kita akan mengalami REALITA SEMU. Yaitu seolah-olah tau TUHAN dan seolah-olah TUHAN yang diyakini benar-benar hadir dalam kehidupan kita. TUHAN itu tidak bisa ditemukan, tapi DIA akan mengundang orang-orang yang terus mendekatkan diri kepada NYA melalui pengabdian dan yakin pada TUHAN yang belum dikenalnya. Lalu setelah diundang oleh TUHAN dan kenal dengan NYA, bagaimana kita tau itu bukan ILUSI? Kalo sudah kenal, nanti juga bisa membedakan. Kalo dijawab sekarang nanti salah persepsi. Surya Mandala

Kamis, 05 Agustus 2010

Agama Baru itu bernama BOLA

Diambil dari sebuah blog

Agama Baru Itu Bernama Bola

Posted July 15, 2010

(voa-islam.com)“Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu” (Qs Al-Hadid: 20)

Protokol Zionis versi Rothchild menyebutkan “Konspirasi akan membakar semangat rakyat hingga ke tingkat histeria. Saat itu rakyat akan menghancurkan apa saja yang kita mau, termasuk hukum dan agama. Kita akan mudah menghapus nama Tuhan dan susila dari kehidupan”

Dalam waktu tidak lama lagi ruang publik kita akan disuguhi tontonan akbar seputar perhelatan sepakbola sejagat yang akan meramaikan dan menghiasi layar kaca di rumah kita, dan bisa dipastikan sebagian dari kita baik sadar atau tidak sadar akan ikut larut dalam ruang imajinasi yang melalaikan.

Piala Dunia 2010 yang sedianya dilaksanakan di Afrika Selatan saat ini memang belum dimulai, namun aroma atmosfernya sudah terasa menyengat di seluruh dunia tak terkecuali di negeri yang mayoritas muslim ini. Para gibol (baca: penggila bola) mungkin saat ini tengah melakukan persiapan atau tepatnya ritual untuk menyambut tamu agung bernama piala dunia ini. Industri media cetak dan elektronik negeri ini pun tak kalah sengit untuk ikut larut dan berpesta pora dalam balutan epistemologi kapitalisme meraup materi sebesar-besarnya menjelang piala dunia ini.

…Dajjal akan muncul sebagai individu, sebagai gejala sosial budaya global dan sebagai kekuatan gaib yang tidak tampak…

Paras manis sepakbola memang begitu memikat para penikmat dan maniak bola. Betapa tidak, sepakbola saat ini bukan hanya sebagai olahraga tapi sudah menjadi agama baru buat mereka para pemain kesayangan mereka pun bak menjadi nabi seketika, seolah alam tidak sadar mereka berteriak memekak telinga “not only as sport but also as religion.” Jelas tidak heran kalau kemudian Johan Cruijjf sang legendaris sepakbola asal Belanda menyebutkan, “Mereka yang tidak mengerti sepakbola adalah mereka tanpa hati nurani.” Fakta tersebut memang tidak mungkin diulas di sini, tapi penulis ingin mengatakan bahwa saat ini sepakbola sekarang sudah bergeser menjadi agama baru bagi para penganutnya.

Sepak bola, Piala Dunia dan Sistem Dajjal

Ahmad Thomson dalam bukunya “Sistem Dajjal” menyebutkan bahwa Dajjal akan muncul sebagai individu, sebagai gejala sosial budaya global dan sebagai kekuatan gaib yang tidak tampak. Dan saat ini yang baru muncul adalah fenomena yang terkait dengan tatanan sosial, budaya, politik, pendidikan, ekonomi, hukum dan moralitas yang mengalami kekacauan (chaos) akibat dari kekuatan atau ideologi yang tidak nampak tadi. Sedangkan Dajjal sebagai individu menurut Thomson memang saat ini belum nampak. Namun yang harus digarisbawahi, bahwa dalam sistem Dajjal ini nilai-nilai yang ditawarkannya adalah seperangkat nilai yang paradoks dengan iman dan tauhid, semuanya berbasis syahwat, materi serta berusaha menggiring manusia kepada kekufuran, karena memang worldview dari sistem Dajjal ini adalah kekufuran sejati.

Lalu bagaimana relevansi gerakan Dajjalisme ini dengan fenomena sepakbola di atas atau katakanlah dengan piala dunia yang sebentar lagi akan membuat gegap gempita setiap sudut bumi dari timur dan barat selatan maupun utara. Sejenak mari kita review kembali ingatan kita akan fenomena kerusakan moral dan sosial akibat gerakan Dajjalisme di lapangan hijau ini baik di tingkat dunia maupun lokal.

…fatwa mufti Al-Azhar yang mengharamkan fanatik sepakbola terhadap para supporter Mesir, ternyata tidak mendapat tanggapan…

Mungkin masih hangat dalam ingatan kita bagaimana fatwa mufti Al-Azhar yang mengharamkan fanatik sepakbola terhadap para supporter Mesir ternyata tidak mendapat tanggapan, yang terjadi malah sebaliknya para supporter fanatikus sepakbola dari negeri piramida itu justru terlibat kerusuhan dengan sesama supporter Al-Jazair setelah pertandingan prakualifikasi piala dunia yang dimenangkan Aljazair November 2009 lalu, ironis sepakbola rupanya lebih legit ketimbang fatwa sang mufti.

Kerusuhan antar supporter akibat fanatik sepakbola bukan hal yang aneh lagi dalam ingatan kita, Tragedi Heysel, Belgia, pada Piala Champions Eropa tahun 1985 memakan korban nan memilukan, disusul empat tahun kemudian meletus tragedi Hillsborough dikota Sheffield pendukung fanatik Liverpool meregang nyawa sia-sia lagi-lagi karena tumbal sepakbola. Kemudian mari kita tengok bumi pertiwi kita ini, fenomena kerusuhan Jakmania, The Viking, Bobotoh atau Bonek, Aremania, Hooligan Mania, ikut mewarnai kerusakan moral dan sosial akibat “agama baru” bernama sepakbola ini.

Kemudian mari kita jalan-jalan sejenak ke negara Jerman sana, umat muslim Jerman menjadi saksi atas pelecehan terhadap Islam dan Rasulullah yang dilakukan oleh supporter klub Schalke lewat yel-yel lagu klub mereka, di mana dalam lagu tersebut tersembul bait yang menyebutkan, “Muhammad adalah seorang Nabi yang tidak memahami sepakbola.” Namun dari semua warna yang ada Nabi memilih warna kebesaran Schalke, biru dan putih,” jelas hal tersebut merupakan penghinaan dan membuat muslim jerman marah.

…Lagi-lagi logika sepakbola sudah menjadi “agama baru” bukan hanya sekedar olahraga bagi para fanatikusnya…

Lagi-lagi logika sepakbola sudah menjadi “agama baru” bukan hanya sekedar olahraga bagi para fanatikusnya. Dalam piala dunia nanti entah mana lagi yang akan dijadikan tumbal fanatisme dan logika “agama baru” tersebut dan kita pun dipaksa untuk “mengimaninya.”

Euforia Piala Dunia dan nasib Umat Islam yang tertindas

Agaknya sentilan penuh canda yang cukup menohok dari seorang ustadz, beliau mengatakan bahwa saat piala dunia tengah berlangsung maka dapat dipastikan sebagian umat Islam akan rajin “qiyamulail” setiap malam, kiblatnya adalah televisi dan wiridnya adalah teriakan “Goaalllll…!!! Goaaallll..! atau mungkin wirid lain yang membuatnya lebih khusyuk sampai matahari pagi tersenyum kepadanya.

…sebagian umat Islam akan rajin qiyamulail setiap malam, kiblatnya adalah televisi dan wiridnya adalah teriakan “Goaalllll…!!! Goaaallll..!…

Namun di saat yang sama di belahan bumi Islam di sana, Palestina, Irak, Afghanistan, Patani Thailand dan lainnya tengah berkecamuk mempertahankan akidah dan berlomba-lomba menjemput syahid fi sabilillah demi membeli surganya Allah dengan tetesan darahnya. Mereka berjuang melawan kebiadaban tentara Zionis, berhadapan dengan mortir mematikan yang siap menyalak setiap saat mengantarkan para mujahidin menuju syahid fi sabilillah. Sedangkan kita masih terlena dalam buaian Dajjalisme berselimut euphoria semu seraya berteriak dalam igauan mimpi.. Goaaaalllllll…!! Wallahu a’lam

oleh: Ruyatna Al-Bantany

[Penulis adalah Anggota Kajian Zionisme International (KaZI), Alumni SMUN 1 Jasinga - Bogor]

Jumat, 18 Juni 2010

Prayers Medium To communicate with God - by German Compton

Since time immemorial, humankind has been a staunch disciple of the power of prayers. Be it any faith in the slightest, one common thing that you might find in all these is the belief in prayer. Beginning from Christianity to Hinduism to Islam prayers binds them all in one belief. So what is it precisely that makes it one of the most typically assumed phenomenon?

Let us look at a few recent examples that prove the power of prayers in the world where religion and spiritualism are slowly losing ground and belief. Several saints of the Christians, Mother Teresa included, have performed miracles based on the power of prayers. This incident happened after the death of Mother Teresa. It is said that a firm believer in the miracle of Mother Teresa was suffering from the last stage of stomach cancer. Doctors had almost given up on her and the hope of her survival was extremely minimal. The lady however kept pleading to her family and friends to take her to meet Mother Teresa for it is only she who can cure her. Nevertheless, just about that time, Mother Teresa left the world. The believer, however, did not lose hope. She took to keeping a photograph of Mother Teresa under her pillow at all times and would sleep while hugging the photo. After a few days, the doctors noticed that she was feeling better. In order to check for the reasons, certain tests were done. To their utter astonishment, the cancer cells were almost non-existent. What is more, the lady had never taken any of the prescribed medicines. This was nothing short of a miracle and it had happened simply by the power of the prayers of the patient.

This is only one single example. The world is free-flowing with all of the miracles performed by numerous saints and figures simply thru the power of prayer. A few folks had their prayers answered and one or two others are at this time, still praying fervently.

Nowadays, even science has started believing in the power of prayers. Several surgeries now have complete praying sessions. The systematic approach behind the phenomenon is that praying helps release certain compound positive energy into the universe. When lots of this compounded energy gets into the universe, the positive energy of the universe starts pushing towards the reason for the prayer. It is like L. O. A. Positive convictions and thoughts will attract positive things around you. If you keep praying for a good life and trust in what you pray, good life will definitely come to you. One of the vital factors working behind this is that praying makes somebody more optimistic and positive. This helps more positive energy flow in the person and thus, with the L. O. A, great things follow shortly. It is better to follow religion even in most hopeless eventualities by praying.

With the power of prayers already being a longtime fact, even for non-believers, test the phenomenon of prayer at least one time. The propounding results will instantly prove the import of praying constantly.

Jayde Online, Inc. © 2010, All Rights Reserved.

Taken from : GO ARTICLES

Selasa, 20 Januari 2009

245 ALIRAN KEPERCAYAAN

Di Indonesia, aliran kepercayaan yang paling banyak penganutnya adalah Agama Buhun. Data yang terekam oleh peneliti Abdul Rozak, penulis Teologi Kebatinan Sunda, menunjukkan jumlah pemeluk agama ini 100 ribu orang. Jika angka ini benar, Agama Buhun jelas salah satu aliran kepercayaan terbesar di Indonesia, yaitu 25 persen dari seluruh penghayat aliran kepercayaan. Data Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata tahun 2003 mengungkapkan, dari 245 aliran kepercayaan yang terdaftar, sementara keseluruhan penghayat mencapai 400 ribu jiwa lebih.

Sumber : wikipedia

Jumat, 16 Januari 2009

spirituality, spiritual nature of shamans by Tolga Savas

All throughout the world mankind has been engaged in various spiritual beliefs and practices to give meaning to the universe at large. When we study our history, we come to find that, our ancestors started burying their passed loved one as early as 500 000 years ago. Also in our recorded history we come to see that ancient Egyptian cultures placed much emphasis around spirituality, and have built awe inspiring structures to please their spiritual masters.
The word spirituality is a matter that concerns the spirit. And spirituality has been part of everyday life for our ancestors, and still is for many cultures around the world, who still choose to live as their forefathers. Spirit world co exists with physical world, although in western cultures the focus has shifted to science where science does not take into account of spirit world. Nonetheless spirituality is still widely practiced throughout the world. In eastern parts of the world where spirituality is concerned the belief is, the world is profoundly alive, and all that is in it has vital energy essence, and everything that exists lives and has consciousness.

The consciousness of spirits can integrate into human consciousness, and the soul - spirit of a living human is believed to become spirit when it dies, people who have past over becoming ancestor spirits or part of larger elemental spirit. And those who take spiritual world seriously often turns to spirit world for spiritual guidance, help and advice in times of uncertainty or trouble. And many cultures around the world have their spiritually advanced psychics that they consult; these spiritually knowledgeable psychics are called shamans, who can make the journey between spirit world and physical world. From Mongolia to Amazonian cultures to Africa shamanism is still widely practiced. And discoveries of prehistoric cave painting around the world suggest that earliest practitioners of spirituality in fact were shamans. And when we study the word shaman, it means that man or a woman who journeys in a trance, in its simplest meaning the words shaman is someone who has the ability for communicating with spirit world through entering a trance or alternative state of consciousness, therefore we can conclude shamans can be called psychics, in English language where the word psychic, meaning of the soul is widely used today. Although we cannot fully compare the word psychic to shamans, as for shamans must be initiated, into the spirit world, by means of psycho-spiritual disintegration, which leads to abandoning of former self and rebirth into a shamanic life with the spirit world. Most cultures in the past have had some form of spiritual tradition that recognized shamanistic interconnectedness of spirits; this may have been long ago, as the establishments of major world religions, also some cultures in middle Asia such as Siberia Mongolia Kazakhstan India or Africa still retain the remnants of shamanistic rituals.

Spiritual connections to higher realms can be useful for the practitioner, regardless of spiritual belief everyone can give meaning to the cosmos accordingly to their spiritual teachings, when we take the journey on our own psychic path way, one point to remember is the answers one seeks in within each heart to find out for self, to reach higher on spiritual understanding, as wisdom is developed by degrees. After all our spiritual thoughts and ambitions are debated inwards for our growth, when minds are open then much can be evaluated, then self realization is discovered, thus, the door of your hearts spiritual garden flourishes, this resulting, inner strengths replaces outer show.

In everyone's spiritual journey there is much to discover yet all roads will lead the seeker to one place, which is their own heart. With every heart beat there is movement towards spiritual skies.

About the Author

Tolga Savas - International psychic clairvoyant offering genuine psychic readings, accurate dream analysis, spiritual guidance, psychic chat online, Kumalak the Mirror of Destiny, See the Future that is Now

Diambil dari : http://www.goarticles.com/cgi-bin/search.cgi