Tampilkan postingan dengan label Jika. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jika. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 September 2011

Pangeran Diponegoro


Aku 'tidak pernah melihat' Pangeran Diponegoro ...

Aku 'tidak pernah bertemu' Pangeran Diponegoro ...

Aku 'hanya membaca kisah perjuangan beliau' di buku-buku pelajaran SD, SMP, SMA ku

Tetapi 'aku yakin', Pangeran Diponegoro itu ada . . .

Apapun 'kata orang' tentang Pangeran Diponegoro,

Dia tetap kukagumi, kuhormati, kuhargai, sebagai Pahlawan Nasional negaraku, Indonesia.

(Terlebih tentang TUHAN yang kudengar, kubaca, dan kuyakini!)

Kamis, 15 September 2011

Jika TUHAN muncul hari ini

Jika TUHAN muncul hari ini,
disaksikan jutaan mata manusia,
direkam oleh jutaan Video,
dimuat di YOUTUBE...

apakah manusia akan langsung percaya dan menyembah-Nya?

Belum tentu...

Mereka akan menganggap itu semua adalah rekayasa teknologi canggih saat ini...

demikian juga dengan generasi-generasi berikutnya setelah kita... mereka akan mentertawan apa yang kita yakini saat ini, saat melihat kedatangan-Nya...

Jadi, tak perlu Engkau datang ke dunia, sebab manusia sulit mempercayai-Mu!

Senin, 12 September 2011

Puisi Anak - Jika Anak Dibesarkan

Jika anak dibesarkan dengan celaan, dia belajar memaki

Jika anak dibesarkan dengan permusuhan/kekerasan, dia belajar membenci

Jika anak dibesarkan dengan cemoohan, dia belajar rendah diri

Jika anak dibesarkan dengan hinaan, dia belajar menyesali diri

Jika anak dibesarkan dengan toleransi, dia belajar menahan diri

Jika anak dibesarkan dengan pujian, dia belajar menghargai

Jika anak dibesarkan dengan dorongan, dia belajar percaya diri

Jika anak dibesarkan dengan sebaik-baiknya perlakuan, dia belajar keadilan

Jika anak dibesarkan dengan rasa aman, dia belajar menaruh kepercayaan

Jika anak dibesarkan dengan dukungan, dia belajar menyenangi dirinya

Jika anak dibesarkan dengan kasih sayang dan persahabatan, dia pun belajar menemukan cinta dalam kehidupan

“CHILDREN LEARN WHAT THEY LIVE” .. demikian buku karya Dorothy Law Nolte