Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 Juli 2010

SMS Saat Mengemudi Tingkatkan Resiko Kecelakaan 20 Kali

Rabu, 29 Juli 2009 15:01

Kapanlagi.com - Mengetik pesan di telepon genggam sewaktu mengemudi meningkatkan kemungkinan kecelakaan sebanyak 20 kali, demikian hasil satu studi baru yang disiarkan Selasa (28/7).

Studi itu, yang dilakukan oleh Virginia Tech Transportation Institute di AS, menyimpulkan bahwa mengirim teks pesan sewaktu mengemudi adalah yang paling berbahaya dari seluruh kegiatan yang berhubungan dengan telepon genggam.

Menurut studi tersebut, ketika menyusun teks pesan, pengemudi memalingkan mata mereka dari jalan untuk rata-rata 4,6 detik.

Tindakan tersebut meningkatkan resiko kecelakaan lebih dari 23 kali bagi pengemudi, karena itu sama dengan "menempuh panjang lapangan sepak bola dengan kecepatan 55 mil per jam tanpa melihat ke jalanan", dengan resiko menabrak banyak pejalan kaki, kendaraan atau pemisah jalan raya dalam kegiatan itu.

Menekan tombol telefon genggam sewaktu mengemudi juga berbahaya, kata studi tersebut. Perbuatan itu meningkatkan resiko kecelakaan hampir 6 kali bagi pengemudi truk dan hampir 3 kali bagi pengemudi mobil.

Hasilnya ialah lembaga itu menyarankan agar semua pengemudi dilarang mengetik pesan, dan setiap kegiatan yang mengalihkan perhatian pengemudi dari jalan mesti selalu dihindari. (kpl/meg)

© 2003-2009 KapanLagi.com

Diambil dari KAPAN LAGI DOT COM

Tulis SMS Perbesar Enam Kali Risiko Kecelakaan

Penulis : Ikarowina Tarigan

MENGETIK pesan singkat (SMS) sambil mengemudi membahayakan keselamatan pengemudi. Sebuah studi terbaru yang dilakukan peneliti dari University of Utah menyatakan, pengemudi yang mengetik pesan singkat menempatkan diri mereka dan orang lain dalam bahaya karena mereka mengalihkan perhatian di antara dua tugas kompleks.

Para peneliti yang menempatkan dewasa muda di simulator mengemudi virtual menemukan bahwa jarak antara mobil pengemudi dengan mobil di depannya semakin dekat saat mereka mengetik pesan, tapi waktu reaksi pengemudi melambat.

"Hasilnya, pengemudi yang mengetik pesan berisiko 6 kali lebih besar terlibat dalam kecelakaan dibandingkan mereka yang hanya konsentrasi mengemudi," terang peneliti, seperti dikutip situs healthday.

Mengetik pesan, terang peneliti, kelihatannya lebih membahayakan bagi pengemudi dibandingkan berbicara melalui telepon seluler.

Saat berbicara di telepon seluler, terang peneliti Frank Drews, pengemudi dengan jelas berusaha membagi perhatian antara percakapan di telepon dan mengemudi, menyesuaikan proses pemilihan prioritas antara kedua aktivitas tersebut, bergantung pada kebutuhan.

Sedang mengetik pesan, lanjut Drews, membuat pengemudi mengalihkan perhatian mereka sepenuhnya untuk melengkapi tugas tersebut. Dan hal ini membuat waktu reaksi dan pengereman melambat.

Selain itu, peneliti juga menemukan bahwa membaca pesan jauh lebih menyita perhatian dibandingkan mengetik pesan.

Detail studi

Dalam studi yang dipublikasikan di jurnal Human Factors ini, Drew dan teman-temannya meminta 20 laki-laki dan perempuan berusia 19-23 mengemudi saja atau mengemudi sambil mengetik pesan."Semua pengemudi diberi kesempatan mengemudi sambil mengetik pesan."

Tim peneliti menemukan, rata-rata waktu reaksi meningkat 9 persen saat partisipan berbicara di telepon dan 30 persen saat mereka mengetik pesan, dibandingkan saat mereka hanya mengemudi. Pada saat yang sama, jarak antara mereka dengan mobil di depannya juga menipis. (OL-08)

© 2004 - 2010 Media Indonesia. All rights reserved.

Diambil dari : MEDIA INDONESIA COM