Firman TUHAN

Berikut urutan firman dari TUHAN

1. TUHAN
2. Malaekat
3. Nabi / Rasul
4. Teman-teman Rasul / pengikutnya
5. Jemaat (anggota yang percaya berita itu)
6. Generasi berikutnya
7. Generasi berikutnya
8. Generasi berikutnya
9. Para pedagang / saudagar yang memberitakan ajaran firman itu
10. Para ahli agama
11. Kakek nenek kita
12. Orang tua kita
13. Kita

Setiap urutan, harus diterima dengan KEPERCAYAAN pemeluk agama itu. Apapun informasi yang diberikan setelahnya (setelah dia memeluk satu agama), harus dicross check - benarkah berita itu dari 1 ke 2? Jika benar, benarkan berita itu dari 2 ke urutan ke 3, dst dst.

Jika urutan 2 (malaekat) diragukan sebagai SETAN, bagaimana dengan urutan ke 3? Jika urutan ke 3 diragukan sebagai NABI (sebab banyak nabi di dunia ini - ribuan). maka urutan berikutnya?

Semua poin-poin (nomor-nomor) di atas harus diyakini kebenarannya. Masing-masing agama di dunia ini memiliki berbagai versi yang berbeda-beda.

Masin-masing bisa kita cross-check :

1. TUHAN

Siapakah TUHAN yang kita maksudkan? Jika TUHAN itu 'satu / Esa', mengapa Dia mempunyai berbagai 'nama' di dunia ini?

2. MALAEKAT


Malaekiat adalah 'utusan langsung' dari TUHAN yang ditugaskan memberitakan kabar / firman TUHAN kepada manusia. Bagaimana cara mengetahui bahwa yang berbicara itu adalah 'malaekat', bukan 'setan yang menyamar menjadi malaekat'? Cukupkah diketahui dari kata-katanya saja? Adakah referensi yang membuat seseorang yakin bahwa dia benar-benar mendengar kata-kata dari malaekat?

NABI-NABI / RASUL-RASUL

Siapakah yang layak / pantas disebut nabi atau rasul? Apakah hanya ucapannya saja yang bisa menjadi referensi seseorang untuk diterima sebagai nabi? Pihak A menganggap nabi A menyatakan seuatu yang benar. Kemudian pihak B menafsirkan nabi itu mengungkapkan sesuatu yang menguntungkan bagi pihak B, dst.

TEMAN-TEMAN NABI-NABI / TEMAN-TEMAN RASUL-RASUL

Mereka adalah orang-orang yang 'hidup pada jaman nabi / rasul' ada. Dan biasanya merekalah yang mengumpulkan - mencatat - apa yang dilakukan, dikatakan, diajarkan oleh nabi / rasul-rasul itu. Siapakah mereka? Layakkah mereka juga dipercaya tidak melakukan kesalahan dalam mengutip atau mengumpulkan data-data itu?

JEMAAT - PENGANUT KEPERCAYAAN YANG MEMPERCAYAI : TUHAN, MALAEKAT, NABI / RASUL, DAN TEMAN-TEMAN RAU

Tanpa adanya pengikut - penganut kepercayaan - terhadap apa yang diajarkan oleh TUHAN - MALAEKAT - NABI / RASUL - SAHABAT NABI / RASUL . . . apa artinya sebuah agama ? Bagaikan sekelompok 'pemain musik / grup band' yang hebat tapi tidak ada penontonnya waktu konser diadakan, atau fans yang membeli kaset-CD mereka!

GENERASI BERIKUTNYA

Berapa generasi yang dilalui untuk mengamati pertumbuhan jemaat itu? Bagaimana reaksi mereka menerima ajaran agama itu, apa saja kekurangan dan kelebihannya, apa perkembangan penafsiran mereka terhadap ajaran itu? Inikah yang disebut 'generasi pertama' ?

GENERASI BERIKUTANYA

Generasi ke dua telah menerima ajaran-ajaran dari generasi pertama. Adakah penyimpangan karena kepentingan generasi pertama hingga ajaran agama itu disampaikan tidak sempurna, atau bahkan 'di-edit' oleh merek? Inilah generasi ke 2!

GENERASI BERIKUTNYA

Tahun-tahun berlalu, generasi-generasi terus mengajarkan agama ini.

PARA PEDAGANG / SAUDAGAR YANG MEMBERITAKAN AJARAN AGAMA ITU

Bagaimana agama disebar luaskan? Jaman dulu tidak ada surat kabar, televisi, hape, internet, e-mail, dsb. Jelas, jasa para pedagang / saudagar sangat besar dalam menyebarkan ajaran agama ini. Mereka menyeberangi lautan, berbisnis sambil membawa ajaran agama yang mereka anut, ke seluruh dunia!

PARA AHLI AGAMA

Ahli-ahli agamalah yang menyebar luaskan ajaran ini ke masyarakat. Pembinaan dimulai sejak kecil, dengan mengajarkan ke anak-anak itu tentang 'ajaran agama' mereka. Bahkan ada yang menyatakan para tokoh-tokoh agama itu identik dengan 'sales' yang menjajakan barang dagangaan mereka, yaitu ajaran agama itu.

Tentu, jika seseorang menemui seorang sales 'obat penumbuh rambut' tapi salesnya gundul, mana mungkin mereka percaya dan mau membeli obat itu? Atau sales obat langsing bertubuh gemuk.... pasti tidak laku.


KAKEK NENEK KITA

Kakek-nenek kita adalah generasi ke 'sekian', setelah beberapa generasi di atas. Benarkah informasi tentang 'agama' yang mereka terima? Apa yang diajarkan kepada anak-anak mereka (orang tua kita)???

ORANG TUA KITA

Ayah-biu kita, apa bakcground agamanya? Hanya KTP saja atau benar-benar memahami dan mendalaminya?

KITA

Bagaimana pendirian kita saat ini ?

Percaya bahwa TUHAN itu benar-benar ada dan memberikan 'agama' ?

Percaya bahwa MALAEKAT yang diutus itu dari TUHAN, bukan Setan yang menyamar jadi malaekat ?

Percaya bahwa Nabi-nabi / Rasul-rasul itu benar-benar nabi / rasul asli, bukan nabi palsu atau rasul palsu?

Percaya bahwa sahabat-sahabat / murid-murid nabi atau rasul itu benar-benar menuliskan apa yang mereka terima dari guru-guru itu, bukan rekayasa?

Percaya bahwa apa yang dibawa oleh para 'sales agama' (baik dari generasi-generasi masa lampau hingga kini) tepat dan tidak diselewengkan demi kepentingan mereka pribadi?

Percaya apa yang diajarkan kakek-nenek, bapak-ibu / orang tua kita?

Percaya... percaya... percaya ????

Yakin dengan sangat - atau hanya percaya 'kata orang' saja ?